Lari mudah dilakukan. Tapi, untuk hasil maksimal, pilihlah waktu yang tepat.

Bak sebuah iklan minuman soda, selain terbilang olahraga yang murah, lari bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan yang paling penting sangat efektif untuk kesehatan. Belum lagi, lari juga merupakan bagian integral dengan beragam olahraga. Sejumlah besar jenis olahraga membutuhkan kemampuan berlari.

Nah, kenapa tak memilih lari sebagai olahraga rutin? Apalagi Dr Rob Hick, ahli medis di Inggris, yang mempunyai perhatian pada olahraga, mencatat, meski lari cukup beragam, semua bermuara pada keuntungan yang sama bagi kesehatan, yakni sama-sama meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, baik itu lari sprint, jenis latihan anaerobik tapi membutuhkan tenaga besar, ataupun lari jarak jauh yang merupakan aktivitas aerobik dan membutuhkan daya tahan otot.

Sebagai latihan high-impact, berlari bisa menjaga atau meningkatkan kepadatan tulang dan menghindarkan orang dari serangan osteoporosis. “Meski high-impact memberi tekanan yang lebih besar pada persendian dibanding aktivitas low-impact, seperti jalan kaki dan bersepeda,” ujar Hick.

Hick menyebutkan, sepanjang Anda tidak mempunyai problem kesehatan, sangat mudah memulai latihan lari. Hanya, jika Anda mempunyai catatan kesehatan, seperti diabetes, nyeri di dada, serangan jantung, asma, epilepsi, tekanan darah tinggi, baru menjalani pembedahan, atau tengah mengandung, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Seperti halnya jenis olahraga umumnya, sebelum berlari Anda harus melakukan pemanasan, bisa berupa jalan cepat dengan ayunan lengan yang cepat. Bila masih pemula, mulailah dengan langkah yang pelan. Jika Anda sudah merasa kesulitan bernapas, berarti harus menurunkan kecepatan selama 10 menit, kemudian kembali berlari. Tingkatkan waktunya dari hari ke hari atau minggu ke minggu. Misalnya menjadi 30 menit dengan frekuensi seminggu tiga kali. Meski Anda merasa nyaman dengan pola tersebut, jangan tingkatkan waktu latihan lebih dari 10 persen setiap minggu. Jangan lupa, bila Anda mengakhiri latihan, lakukan jalan cepat atau lari kecil sehingga detak jantung dan napas kembali normal dan tidak ketinggalan melakukan pelemasan.

Untuk soal waktu dan tempat, jenis olahraga ini memang termasuk fleksibel. Banyak orang yang gemar melakukannya di pagi hari sebelum berangkat kantor, tapi tak kalah banyaknya juga yang lebih suka pada sore atau malam hari sepulang kerja. Berdasarkan jam biologis tubuh, pemilihan waktu ternyata berpengaruh pada motivasi, mental, jumlah energi, serta kondisi otot dan pernapasan. Untuk mencapai hasil yang maksimal, tentunya harus memilih waktu yang tepat. Menurut studi terbaru, yang terbaik adalah pagi menjelang siang. Pada saat itu, pernapasan dalam kondisi paling baik dan waktu yang tepat untuk membentuk otot karena pada saat itu hormon mencapai puncaknya.