Tampil rapi memang bukanlah hal yang sulit. Tinggal mandi yang bersih, pakai pakaian bersih yang diseterika rapi, rambut disisir klimis, pakai sepatu, pasti kita akan terlihat rapi. Tapi hal itu akan menjadi susah kalau memang keseharian kita sering tidak rapi. Pakaian seenaknya, jarang mandi, rambut acak-acakan, pokoknya jauh dari kesan rapi. Sulit untuk merubahnya. Kalau bisa tampil rapi pun karena terpaksa, misal seperti mahasiswa yang akan ikut pendadaran, dia pun akan tampil rapi, atau sedang lamaran kerja, pasti rapi abis-abisan biar keterima.

Memang kebiasaan bisa juga berubah jika orangnya mengalami kejadian yang bisa menyadarkannya. Seperti kebiasaan mabuk, sebenarnya tahu kalau itu haram, tapi karena sudah kebiasaan jadi sulit untuk berhenti. Tapi ketika teman mabuknya mati tertabrak motor karena abis mabuk, maka dia jadi insaf, nggak mabuk lagi. Kadang tampil rapi pun juga seperti itu. Kalau sudah jadi keseharian, ya susah untuk merubahnya. Tapi misal ketika sudah masuk dunia kerja, otomatis penampilan harus mengikuti style tempat kerja. Apalagi kalau kerja kantoran yang memang mengharuskan untuk tampil rapi, pasti deh akan jadi rapi juga kita. Sesuai ama style yang berlaku. Kalau nggak ya kena damprat, dan kalau nggak memperbaiki diri ya ada resiko kehilangan jabatan atau bisa juga pekerjaan.

Untuk merubah kebiasaan, sering-seringlah bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan tersebut. Misal untuk tampil rapi tadi, kalau lingkungan kita memang terbiasa nggak rapi kita juga nggak rapi nggak masalah. Tapi kalau lingkungan kita itu memiliki style rapi, jika kita nggak tampil rapi sendiri akan terlihat aneh. Sehingga kita pun akan sedikit demi sedikit merubah penampilan walaupun kalau untuk total agak susah, tapi ada peningkatan dari yang semula acak-acakan, jadi lebih rapi. Sering-seringlah bergaul dengan orang-orang yang punya kebiasaan baik. Jadi kebiasaan baiknya bisa menular kepada kita.