Apa itu Habatussauda?

Habbatus Sauda/Black Seed/Jintan Hitam/Nigella Sativa ialah sejenis tumbuhan yang tumbuh di Afrika Utara, Asia, dan Eropa Selatan. Khasiatnya telah diketahui sejak 3.000 tahun lalu. Pada zaman Yunani Kuno, raja-raja Yunani dikubur bersama dengan biji-biji hitam ini, karena biji-biji tersebut berfungsi mengawetkan mayat. Ahli pengobatan mereka, Dioscorades, pada abad pertama, mencatat Habbatus Sauda digunakan untuk mengobati sakit kepala, saluran pernafasan sakit gigi, dan cacing usus.

Pada zaman Rasulullah pun, umat Islam menggunakannya sebagai obat segala macam penyakit. Dalam hadis yang didwayatkan Imam Bukhari dan Siti Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Habbatus Sauda ini adalah obat segala penyakit, kecuali kematian”.

Ketika itu, teknologi kesehatan belum secanggih sekarang, namun ucapan Rasulullah, yang tidak lepas dari petunjuk Allah SWT, telah mengungkapkan khasiat si biji hitam itu. Hingga kini, sauda merupakan obat alternatif, terutama bagi orang-orang Arab, sebelum pergi berobat secara medis.

Nama lain Habbatus sauda adalah al-karawiyyah as-sauda, al-kamoun al-aswad, atau asy-syuniz. Orang Barat menyebutnya black seed, kerosene, coal oil, atau carazna. Sementara orang Indonesia menyebutnya “jintan hitam”. Mungkin karena bentuknya seperti jintan, salah satu bumbu masakan, dan berwama hitam. Sedangkan bahasa ilmiahnya adalah Nigella Sativa Lin.

Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang kering, panas, dan berpasir. Biji-biji jintan hitam terdapat pada bunganya. la dituai pada September, jika kantung-kantung biji jintan ini sudah berubah wama menjadi coklat muda dan bijinya menjadi hitam serta keras.

Sesudah dituai, pokoknya dipotong don dikeringkan, biji-bijinya dikeluarkan, dikisar atau digiling, sebelum dibawa ke kilang untuk dikeluarkan minyaknya. Kemudian dipasarkan dalam bentuk kapsul, minyak atau mentahnya.

Kandungan Nutrisi

Black seed kaya akan kandungan nutrisi :

Nutritional Composition Black Cumin Seed
Protein 21%
Carbohydrates 35%
Fats 35-38%
Black seed mengandung Monosaccharides (molekul gula tunggal) dalam bentuk glucose, rhamnose, xylose, dan arabinose.

Black seed mengandung komponen non-starch polysaccharide yang merupakan sumber yang berguna untuk serat diet.

Kaya akan kandungan asam lemak, terutama asam lemak jenuh dan tak jenuh (Asam Linoleic dan Linolenic). Asam lemak esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh, oleh karena itu harus didapatkan dari suplemen makanan.

Lima belas asam amino membentuk protein yang mengandung Black Cumin (Nigella sativa) Seed, termasuk didalamnya delapan dari sembilan asam amino penting. Asam amino penting tidak dapat disintesis didalam tubuh kita dalam jumlah yang cukup dan karena itu perlu tambahan dari luar yang berfungsi menjaga berat badan (diet)

Black seed mengandung Arginine yang penting pada masa pertumbuhan balita.

Analisis kimia lanjutan menemukan bahwa Black cumin (Nigella sativa) Seed mengandung karotin, yang diubah oleh liver menjadi vitamin A.

Black Cumin (Nigella sativa) Seed juga memiliki kandungan kalsium, Zat besi, sodium dan potassium. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit oleh tubuh, elemen-elemen ini berfungsi sebagai cofactor untuk fungsi bermacam enzim.

Kegunaan Habbatussauda

1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh.

Penelitian yang lebih dari satu dekade lalu menyimpulkan bahwa jika black seed digunakan sebagai bahan dasar, maka dapat memberikan pengaruh penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya.

Pada tahun 1986, Drs. El-Kadi dan Kandil memimpin sebuah studi dengan beberapa relawan untuk menguji efektifitas black seed

sebagai peningkat system kekebalan tubuh alamiah. Kelompok relawan pertama mengonsumsi kapsul black seed (2X sehari 1 gram) selama empat pekan dan kelompok kedua diberikan placebo. Sebelum dan sesudah pemakaian selama empat pekan, para relawan itu dihitung jumlah limpositnya. Setelah empat pekan , relawan yang mengonsumsi black seed mengalami peningkatan 72% dalam menekan rasio T-cell, yang berfungsi sebagai pembunuh sel secara alamiah. Kelompok yang mengonsumsi placebo hanya meningkat 7%. Mereka melaporkan “Mungkin penemuan ini termasuk salah satu penemuan besar karena black seed ternyata mempunyai peranan penting dalam penyembuhan kanker, AIDS, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.”

Hasil ini diperkuat dengan studi yang dipubliksikan dalam Saudi Pharmaceutical Journal tahun 1993 oleh Dr. Basil ali dan rekan-rekannya dari College of Medicine, King Faisal University.

Pada bidang penelitian AIDS, test dilakukan oleh Dr. Haq pada para relawan di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Saudi Arabia (1997) menunjukkan bahwa black seed meningkatkan rasio antara T-cell positif dan negatif menjadi 55% dengan 30% aktivitas pembunuh sel alamiah.

2. Aktifitas Anti-histamin.

Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis.

Pada tahun 1960, ilmuwan Badr-El-Din dan Mahfouz menemukan bahwa dimmer dithymoquinone diisolasi dari minyak volatile black seed, dengan nama “Nigellone” dan dipakai melalui mulut untuk beberapa pasien yang menderita asma bronchitis, yang ternyata mengurangi gejala pada sebagian besar pasien.

Hasil penelitian selanjutnya, crystalline nigellone diberikan pada anak-anak dan orang dewasa dalam penyembuhan asma bronchitis dengan hasil yang efektif dan tanpa efek samping, seperti keracunan. Setelah diteliti, bagaimanapun juga, meskipun efektif, crystalline nigellone menunjukkan reaksi penghambatan.

Pada tahun 1993, Nirmal Chakravarty,M.D, memimpin sebuah studi untuk mengetahui apakah penghambatan ini merupakan pengaruh dari penemuan bahwa mekanisme actual dibalik efek supresi dari crystalline nigellone pada histamine adalah bahwa crystalline nigellone memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamin.

Sebagai tambahan, studinya menunjukkan crystalline nigellone sebagai penghambat pada histamin. Hipotesanya ternya benar.

Studi Dr Chakravarty’s bahwa crystalline nigellone menurunkan pelepasan kalsium pada sel-sel penyanggah, yang juga melepas histamin.

Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.

3. Anti-tumor.

Studi tentang potensi black seed terhadp anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Kerala (India) pada tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan black seed dalam pengobatan kanker.

Menggunakan asam lemak derivan black seed, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menunjukkan bahwa unsur aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ehrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).

Tikus yang mendapatkan sel EAC dan black seed menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.

Hasil di tikus yang menerima sel DLA dan black seed menunjukkan bahwa unsure aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapatkan unsure aktif tersebut.

Studi tersebut menyimpulkan, “ Itu adalah bukti usur aktif tersebut mengisolasi dari nigella sativa seeds sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya”.

4. Anti-bakteri.

Pada tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari black seed. Pada tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktifitas anti bakteri minyak volatile black seed dengan lima macam antibiotik: ampiciliin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, and Asam Nalidixic.

Minyak black seed terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V. cholera, E. coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap antibiotika yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.

Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan , ada hal yang menarik bahwa black seed juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, black seed masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti: beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot jika terlalu banyak).

5. Obat Luka radang.

Diawal tahun 1960, Professor EL-Dakhakny melaporkan bahwa minyak black seed memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.

Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Departement of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektifitas minyak Nigellan sativa dan derivannya thymoquinine, sebagai obat radang.

Hasil studi mereka menemukan bahwa minyak menghambat pertumbuhan eicosanoid dan menunjukkan aktifitas sel anti-oksidan.

Penghambatan pertumbuhan eicasanoid, bagaimanapun juga lebih tinggi dibandingkan daripada yang diharapkan jika hanya menggunakan thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa unsure dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh C20:2 yang terkandung dalam black seedlah yang mungkin meningkatkan efektifitas minyak tersebut.

Pada tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektifitas black seed tidak menimbulkan alergi.

6. Meningkatkan jumlah susu pada ibu menyusui.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Black Seed meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui.

Sumber literature dari University of Potchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan black seed dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan structure hormon dalam black seed.

Berbagai kegunaan lain

  1. Mengobati rematik, peradangan, serta infeksi.
  2. Menyembuhkan penyakit pilek.
  3. Jika digoreng dan dibakar, kemudian dicium terus-menerus, mengeliminasi gas dalam perut.
  4. Membunuh cacing-cacing parasit. Juga sebagai aroma spa atau luluran.
  5. Minyaknya menyembuhkan gigitan ular, juga bengkak di dubur dan tahi lalat.
  6. Menghilangkan sesak napas, melonggarkan penyumbatan akibat dahak.
  7. Melancarkan haid yang tersendat.
  8. Menyembuhkan pusing yang parah.
  9. Apabila dimasak dengan cuka bersama kayu pinus, kemudian dibuat untuk berkumur, menghilangkan sakit gigi.
  10. Jika direbus dan aimya diminum, melancarkan kencing, haid dan air susu ibu.
  11. Menyembuhkan gigitan laba-laba.
  12. Asapnya dapat mengusir serangga.
  13. Menghilangkan sendawa yang berasal dari dahak dan melancholis yaitu, gangguan yang disebabkan kesedihan yang terus-menerus atas depresi sehingga merusak bagian empedu.
  14. Menghilangkan kusta atau lepra.
  15. Menghilangkan demam quartan, yakni demam yang menyerang manusia selama sehari kemudian mereda selama dua hari, kemudian menyerang lagi ketika hari keempat.
  16. Jika ditumbuk dan dibuat adonan dengan madu dan air hangat dapat menghancurkan batu ginjal dan kantung kemih, dan sifat diureticnya memperlancar air seni.
  17. Apabila digoreng dan dicampur dengan cuka dapat menyembuhkan jerawat dan kudis serta menghilangkan peradangan yang lebih kronis pada jerawat dan tumor.
  18. Jika digoreng tanpa minyak dan ditumbuk serta dicampur dengan minyak zaitun kemudian diteteskan ke dalam hidung tiga tetes menyembuhkan pilek yang disertai bersin-bersin.
  19. Jika dibakar dan dicampur dengan lilin dan minyak bunga Irish serta dbalurkan pada borok-borok atau koreng setelah dibersihkan dengan cuka, dapat menyembuhkannya.
  20. Menyembuhkan gigitan anjing, rabies.
  21. Jika dihirup, dapat menyembuhkan hemiplegia atau lumpuh separuh.
  22. Jika dicampur dengan celak persia, air, lalu dibalurkan kelingkaran anus dan diminum 25 gram, menyembuhkan wasir.
  23. Jika dihirup, menghentikan keluamya air mata.

Menurut ilmuwan Muslim, Aimah bin Abdil Fattah, dalam bukunya Asy-Syifaa” min Wshyl Khotamil Anbiyaa, penggunaan si biji hitam ini secara terus menerus tidak ada efek sampingnya. Malah akan menjadikan tubuh sehat dan segar. Khasiatnya akan terasa jika dikonsumsi secara terus menerus selama enam sampai delapan minggu. So, nggak ada salahnya mencoba, hehehe …