Banyak yang berpendapat bahwa mengenalkan komputer sejak dini itu sangat baik bagi masa depan anak. Tak jarang dari para orang tua sudah membeli komputer di saat anak sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berbagai kalangan juga membahas pentingnya mengenalkan anak sejak dini dengan komputer. Bahkan penerbit buku Andi bekerjasama dengan Kementrian Riset dan Teknologi membuat lomba menulis naskah buku bertema ‘IT for Children’. Namun, di situs yang sama tempat pengumuman lomba (detikinet.com), malah terpajang artikel ‘Jangan Ajarkan Komputer di SD’. Hmm….

Ada yang berpendapat, dengan memperkenalkan komputer sejak dini, maka daya kreativitas anak akan meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya software-software yang melatih daya pikir, imajinasi, dan kreativitas anak. Namun ada juga yang berpendapt bahwa hal itu tidak seratus persen benar. Memang dengan komputer, daya pikir anak akan meningkat. Namun di ain pihak, ada yang terlupakan, yaitu interaksi dengan orang lain, kehidupan sosial anak akan berkuran.

Selalu ada positif dan negatif dari suatu hal, termasuk dalam mengenalkan komputer kepada anak sejak dini. Diantaranya:

Positif.

  1. Anak akan dapat belajar langsung setiap saat, tanpa perlu bertemu dengan guru ataupun datang ke sekolah.
  2. Dapat menghemat waktu yang digunakan untuk pembelajaran karena tidak perlu pergi keluar rumah.
  3. Anak tidak perlu capek pergi keluar rumah untuk belajar, karena dengan internet maka proses pembelajaran tetap dapat terselenggara.
  4. Banyak tersedia materi pembelajaran di komputer, termasuk dari internet.

Negatif.

  1. Kehidupan sosial anak akan berkurang, baik dengan guru maupun dengan teman-temannya.
  2. Anak akan kehilangan waktu bermain dengan teman-temannya karena hanya cenderung bermain di depan komputer.
  3. Anak akan cenderung bersifat individu karena terbiasa belajar sendiri di rumah dengan komputer.
  4. Anak belum mampu berpikir logis terhadap keadaan sekitarnya.
  5. Program ini hanya dapat dilakukan bagi mereka yang termasuk dalam golongan keluarga kaya.
Memang, menyegerakan dan menunda adalah hak setiap orang tua terhadap anaknya, karena mereka yang paling tau tentang anak mereka sendiri. Setiap keputusan harus diambil dengan menimbang keadaan dan efek di kemudian hari. Jangan sampai merugikan di kemudian hari.

NB:Opini diri sendiri, jika ada keberatan atau kesalahan mohon dimaafkan, hehehe…