Awalnya cuma baca-baca full circle magazine yang udah lama aku gak update baca, pas baca nomer 9, disitu aku baca tentang OpenGEU. Wow, baru denger, ya udah tak baca, katanya sih distro ini sudah ada efek eye candynya, dan itu tanpa 3D, jadi ringan karena gak perlu vga card yang support 3D. Ya udah, karena penasaran, sekaligus biar laptopku bisa lumayan ada style-nya (ubuntuku gak bisa karena 3D gak jalan di sis) langsung aku download.

Selesai download langsung aku burn buat nyobain. Karena OpenGEU ini masih turunan dari ubuntu, jadi masalah penginstallan yang terjadi di ubuntu juga terjadi di OpenGEU, harus ditambahin opsi booting supaya bisa jalan live cdnya. Masalah vga juga masih menjadi masalah klasik di laptop saya, jadi ketika booting selesai, resolusi cuman 800×600. Tapi efek eye candynya udah langsung jalan euy, walau belum full, tapi lumayan lucu juga. Ya udah, langsung backup data, dan install.

Karena masih turunan ubuntu, jadi proses penginstallan tidak ada perbedaan dengan ubuntu. Setelah penginstallan selesai, langsung dioprek nie sistem. Masih sama kayak ubuntuku, resolusi, lancard, sama shutdown. Dan yang bisa teratasi cuman resolusinya aja, lancard sama shutdown tetep belum bisa. OpenGEU secara default tidak mengenable plugin-plugin multimedia, jadi harus setting sendiri. Pas ngetes sound, suara yang keluar agak pecah. Aku coba install gnome alsa mixer, suara yang keluar dah gak pecah lagi, dah bagus.

Beberapa juga belum di set di OpenGEU, kayak partisi windows (ntfs, fat) belum terdetect otomatis oleh OpenGEU, harus mount manual, kalo pengen mount otomatis pas booting harus tambahin line di fstab. Abis itu di File Managernya, partisi-partisi yang termount tidak muncul di bagian kiri, jadi untuk mengaksesnya harus ke path sebenarnya. Tapi itu sudah saya akali dengan membuat link symbolic ke folder partisi tersebut. OpenGEU juga tidak menyertakan open office secara default, dia hanya menyertakan abiword dan gnumeric spreadsheet untuk office. Jadi untuk open office harus install sendiri.

Namun disamping beberapa kekurangan tersebut, namun secara global OpenGEU berjalan lancar di laptopku. Jika dibandingkan dengan ubuntuku kemaren, dia lebih ringan, karena dia pake desktop E17. OpenGEU menggabungkan antara gnome dengan enlightenment dari DR17, karena itu dia ringan. Dan E17 tidak berjalan di atas 3D, tetapi di atas 2D, jadi tidak perlu menggunakan vga 3D, vga 2D pun cukup. Berikut beberapa screenshot OpenGEU di laptop saya.

screenshot-1

screenshot-2

screenshot-3


[Update]

Ternyata laptopku lannya dah bisa nyala, dah bisa connect keluar. Aneh, kok pas di ubuntuku kemaren gak bisa yah, di opengeu malah langsung bisa, padahal sama-sama ubuntu lho. Tapi ya Alhamdulillah, udah bisa, hahaha….

Info terbaru lagi, front audio udah bisa jalan juga, pas pake ubuntu kemaren gak bisa, tak tancepin earphone malah gak mau keluar suaranya, sekarang keluar euy, hehehe…