Sebagai mana yang kita tahu, Thunar adalah file manager yang digunakan di desktop xfce, sedangkan Nautilus digunakan di desktop gnome, dan di kde dikenal Dolphin dan Konqueror. Disini saya mau sedikit review tentang perbandingan antara thunar dan nautilus, karena dua file manager ini yang sering saya gunakan. Untuk penggemar kde maaf, saya tidak mereview dolphin atau konqueror, karena saya memang bukan pengguna kde, jadi saya tidak terlalu memperhatikannya.

Ini berdasarkan pengalaman saya selama ini menggunakan kedua file manager tersebut. Di komputer desktop saya menggunakan ubuntu, yang berbasis gnome yang menggunakan nautilus. Sedangkan di laptop, saya menggunakan opengeu yang menggunakan e17, yang memakai thunar, file manager dari xfce. Beberapa perbandingan yang saya dapatkan :

Nautilus

  • Memiliki pilihan side pane yang banyak : Tree, Places, Information, History, Notes, Emblems
  • Pilihan untuk view as icon atau list terdapat di toolbar dan di dropdown menu atas
  • Drive-drive yang di mount tampil di side pane
  • Location bar berdiri sendiri terpisah dengan toolbar, sehingga pilihan show location bisa switch tanpa mempengaruhi toolbar

Thunar

  • Pilihan side pane hanya dua : Shorcuts dan Tree
  • Pilihan untuk view as icon, list atau compact ada di dropdown menu atas
  • Drive-drive yang di mount tidak tampil di side pane
  • Location bar tergabung dengan toolbar, sehingga ketika di switch antara location atau pathbar berpengaruh terhadap toolbar

Itu sedikit perbandingan yang aku lihat ketika menggunakan thunar dan nautilus. Tentu perbandingan ini sangat tidak lengkap, kan cuma yang saya amati. Nah, ketika di laptop, kan pake thunar kan, iseng-iseng saya coba install nautilus. Nah, pas nautilus tak jalanin, ternyata hasilnya tidak sesuai yang aku bayangkan. Tak pikir yang keluar cuma file managernya aja, kayak di ubuntu. Ternyata selain muncul file manager ternyata muncul juga desktop nautilus, persis kayak dekstop di ubuntu. Jadi dekstop e17 yang tadinya bersih, walaupun folder desktop di home itu aku isi file-file gitu, tetep gak nongol filenya, gak tau kenapa. Setelah nautilus jalan, keluar dekstop dan di desktop jadi kotor, karena ada file-file yang terletak di situ.

Desktop nautilus itu gak bisa di close, bisanya cuma di minimize. Jadi kalo mau matiin desktop harus matiin nautilus atau kill desktopnya. Tapi pas file managernya aku close, desktopnya gak ikut mati. Dekstopnya nautilus settingannya juga beda. Desktopnya kalau di klik menunya kayak di gnome, dah gak kayak e17 atau xfce, yang keluar menunya. Dan wallpapernya terpisah antara nautilus dan e17. Bener-bener beda, jadi kalau ganti wallpaper nautilus ntar pake appearance, persis di gnome.

Walaupun ketika nautilus dijalanin gak merusak konfigurasi, tapi ternyata merusak keindahan. Desktopnya yang nongol jadi punya nautilus/gnome. Harus di minimize dulu supaya jadi punya e17/xfce. Jadi kalau make satu aja yah, xfce ya xfce, gnome ya gnome, kde ya kde. Tapi itu terserah selera masing-masing, hehehe…