Intrepid Ibex datang dengan berbagai fitur yang semakin memudahkan penggunanya. Intrepid semakin membuat linux user friendly. Kemudahan yang paling kurasakan ketika mensetting printer laboratorium. Proses penginstallan printer sekarang sangat mudah, tinggal colokkin kabel usbnya, printer otomatis udah keinstall dan langsung siap dipakai. Belum lagi ketika setting server dan client, cukup dengan mengaktifkan opsi sharing, printer sudah tersharing. Client juga langsung dapat mendetect printer yang di share di server, pokoknya enak banget deh…

Cuman ada beberapa bug yang aku rasakan di intrepid. Salah satunya adalah ketika saya meng-eject cd/dvd drive, dia otomatis akan menutup sendiri tanpa menekan tombol pada drive. Pertama kukira dvd driveku yang error, ternyata pas nginstall di kampus kejadiannya gitu juga. Yang kedua adalah setting IP static di intrepid nggak jalan. Memang ketika di setting lewat network manager dia mau static, tapi ketika di restart di kembali lagi dhcp. Jadi di network manager selalu dibuatin settingan dhcp, sekalipun kita sudah mendeletenya…

Namun selalu ada jalan supaya IP bisa di set static. Step-stepnya adalah

  1. remove network managernya
    sudo update-rc.d -f NetworkManager remove
  2. restart komputernya
  3. edit /etc/network/interfaces
    auto lo eth0
    iface lo inet loopback
    iface eth0 inet static
    address xxx.xxx.xxx.xxx (alamat ip)
    netmask xxx.xxx.xxx.xxx
    gateway xxx.xxx.xxx.xxx (alamat gateway)
  4. edit /etc/resolv.conf
    nameserver xxx.xxxx.xxx.xxx (dns server)
    nameserver xxx.xxx.xxx.xxx (dns alternative)
  5. restart network
    sudo /etc/init.d/networking restart

Setelah ini, IP address kita di intrepid bakalan jadi static…